Maribaya sendiri dalam bahasa Sunda berasal dari kata mari berarti “sehat” dan baya berarti “bahagia”.

Setidaknya, ada 2 hingga 3 cerita berbeda di sana. Salah satunya adalah cerita seorang anak perempuan cantik bernama Maribaya yang memiliki ayah bernama Raksa Dinata yang ‘melahirkan’ sumber air panas yang mengandung belerang di Maribaya. Semua dilakukan si bapak untuk mengamankan Maribaya dari para pemuda yang mungkin akan memperebutkan anaknya.

Sumber air panas ini kemudian menjadi objek wisata yang dikelola oleh Eyang Raksa Dinata sejak 1835. Ketika ia meninggal, tempat tersebut diwariskan kepada Maribaya—sang anak—yang akhirnya juga menjadi nama tempat tersebut.

Banyak orang percaya, sumber air panas di Maribaya memang menyehatkan (mari). Sebab, air tersebut mengandung belerang yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Sementara, untuk elemen baya, siapa juga tidak berbahagia jika merasa sehat?